Langsung ke konten utama

Prinsip-Prinsip Pembelajaran yang Mengoptimalkan Otak Kanan

Kiat Guru Kreatif KEMBANGKAN OTAK KANAN! "Otak kreatif adalah otak kiri dan otak kanan yang bekerja sinergis" (Dilip Mukerjea) PEMBELAJARAN kita cenderung dominan menggunakan otak kiri, bahkan kekuatan otak kiri dibakukan dengan serangkaian tes IQ (Intelligence quotien). Seseorang yang memiliki skor IQ tinggi dianggap pintar, cerdas, dan jenius. Adapun yang skor tes IQ-nya rendah dianggap bodoh. Lalu bagaimana dengan otak kanan? Apakah pembelajaran menuntut otak kanan yang dominan? Jawabnya ya' dalam tanda kutip. Artinya, dituntut dominan otak kanan dengan tidak mengabaikan otak kiri. Tentu saja contoh konkritnya seperti kita berjalan, yaitu melangkah bergantian kiri dan kanan. Bobby de Potter dalam bukunya Quantum learning membongkar mitos seputar IQ. Banyak orang yang ternilai lQ tinggi pastilah sukses dalam hidup dan kariernya, padahal itu bukan jaminan. Coba kita lihat Bill Gates, pendiri Microsoft Corporation yang pernah menduduki singgasana orang terkaya di dunia, p...

Keterampilan Mengajar yang Harus dikuasai Guru Kreatif

Kiat Guru Kreatif

Keterampilan Mengajar yang Harus dikuasai Guru Kreatif - Kiat Guru Kreatif

Keterampilan Mengajar yang Harus dikuasai Guru Kreatif

Mengajar adalah sesuatu yang kompleks. Tidak hanya sekadar menyampaikan informasi dari guru ke siswa. Banyak kegiatan maupun tindakan harus dilakukan, terutama jika ingin hasil pembelajaran lebih baik untuk seluruh siswa. Untuk itu, kreativitas guru dalam mengatur dan memfasilitasi pembelajaran mutlak diperlukan.

Proses pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang mempunyai tujuan, yaitu diperolehnya hasil belajar pada diri siswa. Hasil belajar itu berupa perubahan tingkah laku, baik berbentuk kecakapan berpikir sikap maupun keterampilan melakukan suatu kegiatan tertentu. Terjadinya perubahan itu dipengaruhi beberapa faktor, bisa dari dalam diri siswa maupun dari luar diri siswa. Salah satu faktor dari luar adalah faktor guru. Segala sesuatu yang dilakukan guru baik dalam memberikan rangsangan, bimbingan, pengarahan, dan dorongan untuk terjadinya proses belajar.

BACA JUGA: Mengapa Guru Harus Kreatif? Berikut Penjelasan Lengkapnya!


Menurut Samiati dan Asra 2008:26) agar pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa bisa berhasil, ada 7 keterampilan mengajar yang harus dikuasai oleh guru, yaitu:

1. Mengajar sepatutnya mempertimbangkan pengalaman belajar siswa yang dimiliki sebelumnya

Salah seorang tokoh psikologi pendidikan (klasik) yang berpegang pada konsep apersepsi adalah Johan Freiderich Herbart. Herbart menyarankan bahwa untuk memulai suatu proses pembelajaran terlebih dahulu guru harus mengetahui kemampuan yang dimiliki siswa sebelumnya. Kemampuan ini menjadi dasar dalam melakukan kegiatan belajar, baik melalui diskusi, pemecahan masalah, maupun kegiatan-kegiatan yang lain.

Ada berbagai upaya yang bisa dilakukan oleh guru untuk dapat mengetahui kemampuan awal siswa bisa melalui pretest atau permainan edukatif yang secara tidak langsung dapat memberikan gambaran kemampuan awal siswa. Kreativitas guru menggali kemampuan awal siswa akan sangat membantu keberhasilan proses dan hasil pembelajaran yang diharapkan.

 

2. Proses pembelajaran dimulai jika siswa dalam keadaan siap untuk melakukan kegiatan belajar

Persyaratan untuk adanya kesiapan kegiatan belajar banyak ditentukan oleh keadaan diri siswa itu sendiri. Persyaratan ini meliputi kemampuan dasar, keadaan jasmani, dan kesediaan untuk belajar. Guru harus kreatif mengondisikan agar siswa dapat segera siap untuk mengikuti pembelajaran. Tentunya dengan tetap memerhatikan kondisi siswa, pelajaran apa yang dilalui siswa sebelumnya, bagaimana kondisi kesehatan siswa, dan lain-lain. Guru harus jeli dan menghargai kondisi siswa. Jadi, kesiapan siswa memang mutlak, tetapi bukan berarti sesuatu yang harus dipaksakan.


3. Materi pembelajaran seharusnya menarik minat siswa untuk mempelajarinya

Materi pelajaran tertentu yang dianggap sulit biasanya sudah dipersepsikan siswa sejak awal. Kreativitas guru dalam memberikan prolog pembelajaran penting untuk memberlkan kesan bahwa tidak ada pelajaran yang sulit, asalkan ada kesungguhan dan keseriusan. Upaya membangkitkan minat diantaranya dapat dilakukan dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan situasi kehidupan yang bersifat praktis. Pembelajaran yang prosesnya dilandasi minat, akan memberi warna kepada upaya guru, baik dalam menyajikan rangsangan, memberi bimbingan, arahan, maupun dorongan, guru yang berpijak pada asas ini, semua upaya dan kreativitas yang dilakukannya dalam mengajar, terfokus bagaimana membangkitkan minat siswa. Tentu saja upaya ini disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai.


4. Dalam melaksanakan pembelajaran guru seharusnya berupaya agar siswa termotivasi untuk melakukan kegiatan belajar

Upaya mengenali motivasi siswa dapat dilakukan dengan kegiatan dalam ketelitiannya dan mengenali kesungguhan mereka dalam melakukan berbagai pembelajaran, ketekunannya, ketelitiannya dan  keseriusan siswa dalam proses pembelajaran. Munculnya dorongan untuk belajar karena adanya karena kebutuhan dan keinginan untuk mencapai sesuatu. Dengan mengetahui tujuan apa yang hendak dicapai, siswa terdorong untuk berupaya mencapai tujuan tersebut.

Munculnya dorongan belajar memerlukan rangsangan dari luar melalui upaya yang dilakukan oleh guru. Guru harus kreatif untuk menumbuhkan motivasi siswa, antara lain bisa melalui sistem reward and punishment, menyajikan permasalahan yang mendorong keingintahuan, dan juga memberikan harapan akan keberhasilan.


5. Proses pembelajaran sepatutnya memerhatikan perbedaan-perbedaan individual yang dimiliki oleh masing-masing siswa

Tidak ada satu individu pun yang sama, semuanya unik. Dengan dasar itu, guru tidak boleh memaksakan kehendaknya dan mengharuskan semua siswa harus sama. Guru yang kreatif akan mampu menciptakan solusi-solusi yang dapat memfasilitasi seluruh siswa agar mampu belajar dengan maksimal.


6. Pembelajaran sepatutnya mengantarkan siswa untuk melakukan proses belajar secara aktif

Siswa melakukan proses belajar secara aktif, berarti melakukan upaya sendiri dalam memperoleh pengalaman belajar. Proses pembelajaran yang berlandaskan atas keaktifan belajar, menekankan pada proses belajar siswa, bukan pada proses pembelajaran sendiri. Munculnya keaktifan belajar siswa merupakan reaksi terhadap rangsangan yang diberikan guru.

BACA JUGA: BAGAIMANA CARA MENJADI KREATIF?


7. Pelaksanaan pembelajaran sepatutnya berpegang pada prinsip- prinsip pencapaian hasil belajar secara psikologis

Prinsip-prinsip pembelajaran yang memerhatikan aspek psikologis dilaksanakan dengan menyajikan materi sederhana kemudian ke materi yang sulit, materi yang konkret ke materi yang bersifat abstrak, materi yang umum ke materi yang bersifat analisis.


Kreativitas guru memang mutlak diperlukan dalam proses pembelajaran, tetapi selain kreativitas ada 4 persyaratan keterampilan yang harus dimiliki oleh guru yaitu:

  1. Penguasaan materi pembelajaran
  2. Kemampuan menerapkan prinsip-prinsip psikologi 
  3. Kemampuan menyelenggarakan proses pembelajaran
  4. Kemampuan menyesuaikan diri dengan berbagai situasi


Selain empat ketrampilan di atas Zainon menyampaikan 7 keterampilan mengajar yang harus dikuasai guru yaitu:

1. Keterampilan bertanya 

Keterampilan bertanya sangat perlu dikuasai guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban siswa.


2. Penguatan

Penguatan atau respons terhadap suatu perilaku yang memungkinkan perilaku tersebut terulang kembali. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran, meningkatkan motivasi, dan membina perilaku produktif.


3. Mengadakan variasi dalam pembelajaran

Dengan membuat variasi maka diharapkan dapat memfasilitasi perkembangan siswa, serta memberikan kesempatan bagi pengembangan bakat dan potensi siswa.


4. Penjelasan Lengkap

Memberikan penjelasan secara jelas serta mampu mendeskripsikan materi pembelajaran sehingga mudah dipahami oleh siswa.


5. Membuka dan menutup pembelajaran

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan guru, keterampilan membuka pelajaran membantu siswa untuk segera siap menghadapi pembelajaran. Adapun kemampuan menutup pembelajaran akan memberikan kesan yang mendalam pada setiap pembelajaran.

BACA JUGA: Apa Saja Persiapan Mengajar yang Harus Dilakukan Guru? (Silabus & RPP)


6. Membimbing diskusi

Mampu membimbing siswa dalam menyampaikan pendapat, khususnya saat terjadi diskusi.


7. Mengelola kelas

Dalam mengelola kelas bukan berarti guru harus mengondisikan siswa untuk selalu tenang dan diam, tetapi pengelolaan kelas bertujuan mengarahkan siswa untuk bertindak dan bersikap sesuai dengan kegiatan dalam proses pembelajaran.


Dengan demikian, dengan keterampilan tersebut guru mampu menyajikan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Pembelajaran kreatif dan menyenangkan merupakan usaha untuk membangun pengalaman belajar siswa dengan berbagai keterampilan proses untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui penciptaan kegiatan belajar yang beragam dan mengondisikan suasana belajar sehingga mampu memberikan pelayanan pada berbagi tingkat kemampuan dan gaya belajar siswa, serta siswa lebih terpusat perhatiannya secara penuh.


Itulah tadi keterampilan mengajar yang harus dikuasai guru kreatif, semoga artikel ini bisa membantu teman-teman pembaca :)


Sumber: Creative Learning: Narwanti, Sri. Kiat Menjadi Guru Kreatif dan Favorit. 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip-Prinsip Pembelajaran yang Mengoptimalkan Otak Kanan

Kiat Guru Kreatif KEMBANGKAN OTAK KANAN! "Otak kreatif adalah otak kiri dan otak kanan yang bekerja sinergis" (Dilip Mukerjea) PEMBELAJARAN kita cenderung dominan menggunakan otak kiri, bahkan kekuatan otak kiri dibakukan dengan serangkaian tes IQ (Intelligence quotien). Seseorang yang memiliki skor IQ tinggi dianggap pintar, cerdas, dan jenius. Adapun yang skor tes IQ-nya rendah dianggap bodoh. Lalu bagaimana dengan otak kanan? Apakah pembelajaran menuntut otak kanan yang dominan? Jawabnya ya' dalam tanda kutip. Artinya, dituntut dominan otak kanan dengan tidak mengabaikan otak kiri. Tentu saja contoh konkritnya seperti kita berjalan, yaitu melangkah bergantian kiri dan kanan. Bobby de Potter dalam bukunya Quantum learning membongkar mitos seputar IQ. Banyak orang yang ternilai lQ tinggi pastilah sukses dalam hidup dan kariernya, padahal itu bukan jaminan. Coba kita lihat Bill Gates, pendiri Microsoft Corporation yang pernah menduduki singgasana orang terkaya di dunia, p...

Kreatif dalam Menggunakan Media dan Ice Breaker selama Pembelajaran

Kiat Guru Kreatif Cara Menjadi Kreatif Dalam Menggunakan Media Pembelajaran Istilah media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media dalam pembelajaran didefinisikan oleh berbagai pakar dan organisasi sebagai berikut. Association of Education communication Technology (AECT) media adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. National Education Asociation (NEA) memberikan batasan bahwa media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun Audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya. Briggs berpendapat bahwa media merupakan alat memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar Gagne berpendapat bahwa berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Dari berbagai pendapat di atas Rudi Susilana dan Cepi Riyana menyimpulkan bahwa media embelajaran merupakan wadah dari pesan, materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembel...

Macam-Macam Metode Pembelajaran

Kiat Guru Kreatif Macam-Macam Metode Pembelajaran  Guru yang kreatif hendaknya tidak hanya terpaku dengan ceramah saat menyampaikan pembelajaran, tetapi juga mampu mengaplikasikan metode pembelajaran aktif, kooperatif, dan lain-lain. Untuk memberikan pengalaman yang berbeda, guru harus membuat aktivitas dalam belajar menjadi bervariasi, sehingga metode pembelajaran yang digunakan harus bervariasi. Misal, dalam proses pembelajaran, apabila guru akan menerapkan metode ceramah, maka ceramah harus divariasikan dengan metode pembelajaran yang lain (Sumiati dan Asra, 2008: 98). Dapat pula ceramah hanya sebagai pengantar saja kemudian menerapkan metode lainnya. Metode pembelajaran sangat beraneka ragam. Metode pembelajaran yang dipilih sepatutnya disesuaikan dengan bentuk dan hasil belajar yang diharapkan diperoleh siswa. Secara umum, penerapan metode pembelajaran meliputi empat kegiatan utama, yaitu kegiatan awal yang bersifat orientasi, kegiatan inti dalam proses pembelajaran, penguatan...