Langsung ke konten utama

Prinsip-Prinsip Pembelajaran yang Mengoptimalkan Otak Kanan

Kiat Guru Kreatif KEMBANGKAN OTAK KANAN! "Otak kreatif adalah otak kiri dan otak kanan yang bekerja sinergis" (Dilip Mukerjea) PEMBELAJARAN kita cenderung dominan menggunakan otak kiri, bahkan kekuatan otak kiri dibakukan dengan serangkaian tes IQ (Intelligence quotien). Seseorang yang memiliki skor IQ tinggi dianggap pintar, cerdas, dan jenius. Adapun yang skor tes IQ-nya rendah dianggap bodoh. Lalu bagaimana dengan otak kanan? Apakah pembelajaran menuntut otak kanan yang dominan? Jawabnya ya' dalam tanda kutip. Artinya, dituntut dominan otak kanan dengan tidak mengabaikan otak kiri. Tentu saja contoh konkritnya seperti kita berjalan, yaitu melangkah bergantian kiri dan kanan. Bobby de Potter dalam bukunya Quantum learning membongkar mitos seputar IQ. Banyak orang yang ternilai lQ tinggi pastilah sukses dalam hidup dan kariernya, padahal itu bukan jaminan. Coba kita lihat Bill Gates, pendiri Microsoft Corporation yang pernah menduduki singgasana orang terkaya di dunia, p...

Macam-Macam Metode Pembelajaran

Kiat Guru Kreatif

Macam-Macam Metode Pembelajaran  - Kiat Guru Kreatif


Macam-Macam Metode Pembelajaran 

Guru yang kreatif hendaknya tidak hanya terpaku dengan ceramah saat menyampaikan pembelajaran, tetapi juga mampu mengaplikasikan metode pembelajaran aktif, kooperatif, dan lain-lain. Untuk memberikan pengalaman yang berbeda, guru harus membuat aktivitas dalam belajar menjadi bervariasi, sehingga metode pembelajaran yang digunakan harus bervariasi. Misal, dalam proses pembelajaran, apabila guru akan menerapkan metode ceramah, maka ceramah harus divariasikan dengan metode pembelajaran yang lain (Sumiati dan Asra, 2008: 98). Dapat pula ceramah hanya sebagai pengantar saja kemudian menerapkan metode lainnya.

Metode pembelajaran sangat beraneka ragam. Metode pembelajaran yang dipilih sepatutnya disesuaikan dengan bentuk dan hasil belajar yang diharapkan diperoleh siswa. Secara umum, penerapan metode pembelajaran meliputi empat kegiatan utama, yaitu kegiatan awal yang bersifat orientasi, kegiatan inti dalam proses pembelajaran, penguatan dan umpan balik, serta penilaian. Setiap metode pembelajaran mempunyai kesesuaian dengan bentuk-bentuk belajar tertentu. Pertimbangan untuk memilih metode pembelajaran di samping didasarkan atas kepentingan pencapaian tujuan, juga kesesuaian dengan bentuk belajar. Adapun macam-macam metode pembelajaran antara lain:

1. Metode Ceramah

Metode ini termasuk klasik, namun penggunaannya sangat popular. Banyak guru memanfaatkan metode ceramah dalam mengajar. Pelaksanaannya sangat sederhana, tidak memerlukan pengorganisasian yang rumit.

BACA JUGA: Mengapa Guru Harus Kreatif? Berikut Penjelasan Lengkapnya!


2. Metode Simulasi

Simulasi dapat diartikan sebagai suatu cara pembelajaran dengan melakukan proses tingkah laku secara tiruan. Jadi, simulasi pada dasarnya semacam permainan dalam pembelajaran yang diangkat dari realita kehidupan. Bentuk simulasi ada bermacam-macam. Di antara bentuk yang popular adaiah sosiodrama, psikodrama, role playing.


3. Metode Demonstrasi dan Eksperimen

Demonstrasi berarti pertunjukan atau peragaan. Dalam pembelajaran menggunakan metode demonstrasi dilakukan pertunjukan sesuatu proses, berkenaan dengan materi pembelajaran. Pelaksanaan demonstrasi sering kali diikuti dengan eksperimen, yaitu percobaan dengan sesuatu. Dalam hal ini, setiap siswa melakukan percobaan dan bekerja sendiri-sendiri. Pelaksanaan eksperimen lebih memperjelas hasil belajar karena setiap siswa mengalami melakukan kegiatan percobaan. Sebagaimana dikemukakan terdahulu, proses belajar semacam ini sesuai dengan pandangan teori modern learning by doing.


4. Metode Inquiry dan Discovery

Metode ini pada dasarnya dua metode pembelajaran yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Inquiry artinya penyelidikan, sedangkan discovery adalah penemuan. Metode pembelajaran ini berkembang dari John Dewey (1913) yang terkenal dengan "Problem Solving Method'" atau metode pemecahan masalah.

BACA JUGA: Apa Saja Persiapan Mengajar yang Harus Dilakukan Guru? (Silabus & RPP)


5. Metode Latihan dan Penugasan

Dalam belajar verbal dan belajar keterampilan, meningkatkan kemampuan hasil belajar dapat dicapai melalui latihan dan praktik. Latihan biasanya berlangsung dengan cara mengulang-ulang suatu hal sehingga terbentuk kemampuan yang diharapkan, sedangkan praktik biasanya dilakukan suatu kegiatan dalam situasi sebenarnya, sehingga memberi pengalaman belajar yang bersifat langsung. Latihan dan praktik dapat dilaksanakan secara perorangan, kelompok, atau klasikal. Pelaksanaan latihan dan praktik akan mencapai keaktifan jika dibantu alat-alat yang sesuai dengan kebutuhan. Alat tersebut dapat berbentuk alat-alat sederhana, atau alat simulasi yang canggih.


Adapun menurut Tim Trainer K-100 (2003: 85) macam-macam metode pembelajaran meliputi metode ceramah, diskusi, demonstrasi, tanya jawab, latihan, sosio-drama, eksperimen, proyek, penugasan, problem solving, dan karya wisata.

Apabila dalam pembelajaran hanya menggunakan ceramah, tentu saja dan kepekaan guru agar mampu mengaplikasikan beberapa metode aktivitas pembelajaran menjadi monoton. Perlu kreativitas pembelajaran agar proses pembelajaran bisa berkualitas. Apabila proses pembelajaran berkualitas tentu akan berdampak positif terhadap hasil pembelajaran.

Di samping menggunakan metode pembelajaran yang bervariasl guru juga harus terampil mengembangkan variasi gaya mengajar yang meliputi variasi suara: intonasi, volume, nada, dan kecepatan, varlasi gerak tubuh, kontak pandang, gerakan tubuh serta perpindahan posisi. Variasi interaksi juga mutlak diperlukan, khususnya dalam proses pelibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam mengajar guru juga perlu bersikap luwes untuk mengatasi gangguan yang muncul dalam pembelajaran.

BACA JUGA: Keterampilan Mengajar yang Harus dikuasai Guru Kreatif


Itulah tadi macam-macam metode pembelajaran yang dapat guru lakukan ketika mengajar, semoga artikel ini bisa membantu teman-teman pembaca :)

Sumber: Creative Learning: Narwanti, Sri. Kiat Menjadi Guru Kreatif dan Favorit. 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip-Prinsip Pembelajaran yang Mengoptimalkan Otak Kanan

Kiat Guru Kreatif KEMBANGKAN OTAK KANAN! "Otak kreatif adalah otak kiri dan otak kanan yang bekerja sinergis" (Dilip Mukerjea) PEMBELAJARAN kita cenderung dominan menggunakan otak kiri, bahkan kekuatan otak kiri dibakukan dengan serangkaian tes IQ (Intelligence quotien). Seseorang yang memiliki skor IQ tinggi dianggap pintar, cerdas, dan jenius. Adapun yang skor tes IQ-nya rendah dianggap bodoh. Lalu bagaimana dengan otak kanan? Apakah pembelajaran menuntut otak kanan yang dominan? Jawabnya ya' dalam tanda kutip. Artinya, dituntut dominan otak kanan dengan tidak mengabaikan otak kiri. Tentu saja contoh konkritnya seperti kita berjalan, yaitu melangkah bergantian kiri dan kanan. Bobby de Potter dalam bukunya Quantum learning membongkar mitos seputar IQ. Banyak orang yang ternilai lQ tinggi pastilah sukses dalam hidup dan kariernya, padahal itu bukan jaminan. Coba kita lihat Bill Gates, pendiri Microsoft Corporation yang pernah menduduki singgasana orang terkaya di dunia, p...

Kreatif dalam Menggunakan Media dan Ice Breaker selama Pembelajaran

Kiat Guru Kreatif Cara Menjadi Kreatif Dalam Menggunakan Media Pembelajaran Istilah media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media dalam pembelajaran didefinisikan oleh berbagai pakar dan organisasi sebagai berikut. Association of Education communication Technology (AECT) media adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. National Education Asociation (NEA) memberikan batasan bahwa media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun Audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya. Briggs berpendapat bahwa media merupakan alat memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar Gagne berpendapat bahwa berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Dari berbagai pendapat di atas Rudi Susilana dan Cepi Riyana menyimpulkan bahwa media embelajaran merupakan wadah dari pesan, materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembel...