Kiat Guru Kreatif
Macam-Macam Metode Pembelajaran
Guru yang kreatif hendaknya tidak hanya terpaku dengan ceramah saat menyampaikan pembelajaran, tetapi juga mampu mengaplikasikan metode pembelajaran aktif, kooperatif, dan lain-lain. Untuk memberikan pengalaman yang berbeda, guru harus membuat aktivitas dalam belajar menjadi bervariasi, sehingga metode pembelajaran yang digunakan harus bervariasi. Misal, dalam proses pembelajaran, apabila guru akan menerapkan metode ceramah, maka ceramah harus divariasikan dengan metode pembelajaran yang lain (Sumiati dan Asra, 2008: 98). Dapat pula ceramah hanya sebagai pengantar saja kemudian menerapkan metode lainnya.
Metode pembelajaran sangat beraneka ragam. Metode pembelajaran yang dipilih sepatutnya disesuaikan dengan bentuk dan hasil belajar yang diharapkan diperoleh siswa. Secara umum, penerapan metode pembelajaran meliputi empat kegiatan utama, yaitu kegiatan awal yang bersifat orientasi, kegiatan inti dalam proses pembelajaran, penguatan dan umpan balik, serta penilaian. Setiap metode pembelajaran mempunyai kesesuaian dengan bentuk-bentuk belajar tertentu. Pertimbangan untuk memilih metode pembelajaran di samping didasarkan atas kepentingan pencapaian tujuan, juga kesesuaian dengan bentuk belajar. Adapun macam-macam metode pembelajaran antara lain:
1. Metode Ceramah
Metode ini termasuk klasik, namun penggunaannya sangat popular. Banyak guru memanfaatkan metode ceramah dalam mengajar. Pelaksanaannya sangat sederhana, tidak memerlukan pengorganisasian yang rumit.
BACA JUGA: Mengapa Guru Harus Kreatif? Berikut Penjelasan Lengkapnya!
2. Metode Simulasi
Simulasi dapat diartikan sebagai suatu cara pembelajaran dengan melakukan proses tingkah laku secara tiruan. Jadi, simulasi pada dasarnya semacam permainan dalam pembelajaran yang diangkat dari realita kehidupan. Bentuk simulasi ada bermacam-macam. Di antara bentuk yang popular adaiah sosiodrama, psikodrama, role playing.
3. Metode Demonstrasi dan Eksperimen
Demonstrasi berarti pertunjukan atau peragaan. Dalam pembelajaran menggunakan metode demonstrasi dilakukan pertunjukan sesuatu proses, berkenaan dengan materi pembelajaran. Pelaksanaan demonstrasi sering kali diikuti dengan eksperimen, yaitu percobaan dengan sesuatu. Dalam hal ini, setiap siswa melakukan percobaan dan bekerja sendiri-sendiri. Pelaksanaan eksperimen lebih memperjelas hasil belajar karena setiap siswa mengalami melakukan kegiatan percobaan. Sebagaimana dikemukakan terdahulu, proses belajar semacam ini sesuai dengan pandangan teori modern learning by doing.
4. Metode Inquiry dan Discovery
Metode ini pada dasarnya dua metode pembelajaran yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Inquiry artinya penyelidikan, sedangkan discovery adalah penemuan. Metode pembelajaran ini berkembang dari John Dewey (1913) yang terkenal dengan "Problem Solving Method'" atau metode pemecahan masalah.
BACA JUGA: Apa Saja Persiapan Mengajar yang Harus Dilakukan Guru? (Silabus & RPP)
5. Metode Latihan dan Penugasan
Dalam belajar verbal dan belajar keterampilan, meningkatkan kemampuan hasil belajar dapat dicapai melalui latihan dan praktik. Latihan biasanya berlangsung dengan cara mengulang-ulang suatu hal sehingga terbentuk kemampuan yang diharapkan, sedangkan praktik biasanya dilakukan suatu kegiatan dalam situasi sebenarnya, sehingga memberi pengalaman belajar yang bersifat langsung. Latihan dan praktik dapat dilaksanakan secara perorangan, kelompok, atau klasikal. Pelaksanaan latihan dan praktik akan mencapai keaktifan jika dibantu alat-alat yang sesuai dengan kebutuhan. Alat tersebut dapat berbentuk alat-alat sederhana, atau alat simulasi yang canggih.
Adapun menurut Tim Trainer K-100 (2003: 85) macam-macam metode pembelajaran meliputi metode ceramah, diskusi, demonstrasi, tanya jawab, latihan, sosio-drama, eksperimen, proyek, penugasan, problem solving, dan karya wisata.
Apabila dalam pembelajaran hanya menggunakan ceramah, tentu saja dan kepekaan guru agar mampu mengaplikasikan beberapa metode aktivitas pembelajaran menjadi monoton. Perlu kreativitas pembelajaran agar proses pembelajaran bisa berkualitas. Apabila proses pembelajaran berkualitas tentu akan berdampak positif terhadap hasil pembelajaran.
Di samping menggunakan metode pembelajaran yang bervariasl guru juga harus terampil mengembangkan variasi gaya mengajar yang meliputi variasi suara: intonasi, volume, nada, dan kecepatan, varlasi gerak tubuh, kontak pandang, gerakan tubuh serta perpindahan posisi. Variasi interaksi juga mutlak diperlukan, khususnya dalam proses pelibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam mengajar guru juga perlu bersikap luwes untuk mengatasi gangguan yang muncul dalam pembelajaran.
BACA JUGA: Keterampilan Mengajar yang Harus dikuasai Guru Kreatif
Itulah tadi macam-macam metode pembelajaran yang dapat guru lakukan ketika mengajar, semoga artikel ini bisa membantu teman-teman pembaca :)
Sumber: Creative Learning: Narwanti, Sri. Kiat Menjadi Guru Kreatif dan Favorit. 2020

Komentar
Posting Komentar