Kiat Guru Kreatif
Apa Saja Persiapan Mengajar yang Harus Dilakukan Guru?
Para guru yang efektif seringkali mencatat tiga besar kriteria bagi keberhasilan mereka yaitu persiapan, persiapan, dan persiapan. Perencanaan yang matang tentunya diwujudkan pula dalam penyelesaian administrasi pembelajaran yang matang. Lalu, apa saja persiapan mengajar yang harus dilakukan guru? Perangkat administrasi guru meliputi kalender pendidikan, program tahunan, program semester, rencana pelaksanaan harian, buku pelaksanaan harian, presensi siswa, catatan hambatan belajar siswa, daftar buku pegangan guru dan siswa, analisa KKM, kisi-kisi soal, soal-soal ulangan, buku informasi penilaian, analisis butir soal, analisis hasil ulangan, program pelaksanaan perbaikan dan pengayaan, daftar pengembalian hasil ulangan, buku ulangan bergilir, daftar nilai, laporan penilalan akhlak mulia dan kepribadian siswa, buku tugas terstruktur, buku tugas mandiri.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, guru hendaknya melakukan perencanaan proses pembelajaran. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar dan sumber belajar.
BACA JUGA: BAGAIMANA CARA MENJADI KREATIF?
Silabus
Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi, keqiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan pendidikan berdasarkan standar isi dan standar kompetensi kelulusan, serta serta panduan penyusunan KuriKulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Adapun prinsip-prinsip penyusunan RPP:
a. Memerhatikan perbedaan individu peserta didik
RPP disusun dengan memerhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai dan atau lingkungan peserta didik.
b. Mendorong partisipasi aktif peserta didik
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.
c. Mengembangkan budaya membaca dan menulis
Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan
d. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remidi.
e. Keterkaitan dan keterpaduan
RPP disusun dengan memerhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran
f. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
Bekerja dengan rencana, memungkinkan guru dapat menyesuaikan rencana harian mereka, sesuai yang dibutuhkan, memungkinkan variasi-variasi dalam kemajuan murid, perubahan-perubahan dalam menerapkan strategi dan metode pembelajaran agar mempermudah siswa menguasai pembelajaran. RPP yang disusun mempermudah guru menemukan ide-ide kreatif untuk mengatasi masalah yang muncul di lapangan.
BACA JUGA: Mengapa Guru Harus Kreatif? Berikut Penjelasan Lengkapnya!
Pengaruh Bentuk Ruang Kelas Terhadap Pembelajaran
Selain itu, guru juga harus kreatif menyiapkan ruang kelas agar nyaman bagi proses pembelajaran siswa. Pengaturan tempat duduk siswa memiliki dampak besar pada motivasi, perilaku, dan interaksi antara sesama murid dan juga dengan guru.
Menurut Lou Anne Johnson psikologi memainkan peran yang penting dalam pengaturan tempat duduk. Guru dapat menggunakan psikologi penempatan duduk ini untuk mengirimkan pesan-pesan kepada siswa. Baris panjang dan lurus menandakan kelas merupakan ruang kelas tradisional yang diatur oleh peraturan yang tegas. Lingkaran besar atau setengah lingkaran berpusat mengirimkan pesan yang berbeda, biasanya menandakan bahwa guru mengharapkan diskusi kelompok atau umpan balik dari siswa.
Bentuk dan ukuran kelas memang membatasi guru dalam membuat pengaturan tempat duduk, maka ada dua pertimbangan penting untuk melakukan pengaturan yaitu: visi dan akses. Ketika siswa duduk, seluruh siswa harus dapat melihat papan tulis, layar proyeksi, TV, dan jam dinding dengan jelas. Guru juga harus memiliki akses yang cepat dan mudah bagi setiap siswa di kelas.
Pengaturan kelas di sekolah-sekolah kita terkadang terhambat juga oleh meja dan kursi yang digunakan. Mayoritas meja dan kursiyang ada terbuat dari kayu dan sangat berat, sehingga agak susah untuk bisa mengatur mobilitas kelas. Untuk itu, guru harus punya trik-trik agar pengaturan kelas tidak membuat ruangan menjadi lebih sempit dan membuat siswa menjadi tidak nyaman di kelas. Intinya, guru harus mampu menyesuaikan kondisi yang ada serta tujuan pengaturan tempat duduk.
Itulah tadi apa saja persiapan mengajar yang harus dilakukan guru untuk bagian silabus dan RPP, semoga artikel ini bisa membantu teman-teman pembaca :)
Sumber: Creative Learning: Narwanti, Sri. Kiat Menjadi Guru Kreatif dan Favorit. 2020

Komentar
Posting Komentar