Kiat Guru Kreatif
Mengapa Guru Harus Kreatif?
SANGAT menarik saat kita mempertanyakan mengapa guru harus kreatif? Karena tantangan pembelajaran sangat membutuhkan guru yang kreatif. Menurut Dr. Gutama (Sekretaris Ditjen PNFI Depdiknas) pandai saja tidak cukup, tetapi guru harus cerdas dalam mengembangkan keterampilan dan mencari bahan ajar yang betul betul sesuai dengan peserta didik. Sebenarnya pendidikan tidak hanya tergantung pada buku atau bahan ajar dan alat peraga yang telah ada.
Alam semesta sesungquhnya merupakan sumber belajar yang tidak ada habisnya. Bagaimana memberdayakan dan memanfaatkan alam semesta sebagai sumber belajar sangat tergantung pada kreativitas guru dalam memotivasi dan memberikan teladan kepada para peserta didik.
Kreativitas juga sangat diperlukan bagi guru dalam memecahkan permasalahan-permasalahan dalam pembelajaran yang bisa menghambat keberhasilan proses pembelajaran. Kreativitas juga sangat diperlukan bagi guru agar mampu menyajikan pembelajaran yang menyenangkan, mampu membuat siswa termotivasi untuk belajar. Bahkan Hernowo juga menyampaikan bahwa "learning is most effective when its fun (belajar yang efektif adalah bila belajar itu menyenangkan). Apabila seorang guru menggunakan teori Howard Gardner tentang Multiple lntelligences (Kecerdasan Majemuk) setidaknya ia akan mengajar secara kreatif menggunakan sembilan cara sesuai potensi yang dimiliki peserta didik.
Lalu bagaimana agar kita bisa menjadi guru kreatif? Setidaknya marilah kita bahas terlebih dahulu apa saja ciri-ciri guru kreatif.
BACA JUGA: BAGAIMANA CARA MENJADI KREATIF?
Apa Saja Ciri-Ciri Guru Kreatif?
FOR CHILDREN
Itulah ciri-ciri guru kreatif menurut Andi Yudha. FOR CHILDREN kependekan dari Fleksibel, Optimis, Respek, Cekatan, Humoris, Inspiratif, Lembut, Disiplin, Responsif, Empatik, Ngefriend. Selain ciri di atas, sesungguhnya guru kreatif haruslah penuh semangat, komunikatif, pemaaf, dan sanggup menjadi teladan.
Guru Yang Fleksibel
Kecerdasan majemuk, keragaman gaya belajar, dan perbedaan karakter siswa menuntut guru harus fleksibel. Guru harus luwes menghadapi segala perbedaan ini agar mampu menumbuhkan segala potensi siswa.
Guru Yang Optimis
Guru harus optimis bahwa setiap siswa memang memiliki potensi dan setiap anak adalah pribadi yang unik. Keyakinan guru bahwa interaksi yang menyenangkan dalam pembelajaran akan mampu memfasilitasi siswa berubah menjadi lebih baik dan akan berdampak pada perkembangan karakter siswa yang positif.
Guru Yang Respect
Kita tidak bisa meminta siswa berlaku hormat, tetapi guru tidak memperlakukan siswa dengan hormat pula. Guru hendaknya senantiasa menumbuhkan rasa hormat di depan siswa sehingga mampu memacu siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran sekaligus hal-hal lain yang dipelajarinya.
Guru Yang Cekatan
Anak-anak yang selalu aktif dan dinamis harus diimbangi oleh guru yang aktif dan dinamis pula, sehingga bisa muncul saling pemahaman yang kuat dan akan berdampak positif bagi proses dan hasil pembelajaran.
Guru Yang Humoris
Humor-humor yang dimunculkan guru disela-sela pembelajaran tentunya akan menyegarkan suasana pembelajaran yang membosankan. Dengan humor-humor yang segar akan membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
Guru Yang Inspiratif
Fasilitasilah setiap siswa agar mampu menemukan hal-hal baru yang bermanfaat. Jadikanlah setiap siswa menjadi pribadi yang bermakna dengan menemukan sesuatu yang positif untuk perkembangan kepribadiannya.
Guru Yang Lembut
Kelembutan akan membuahkan cinta, dan cinta akan semakin merekatkan hubungan guru dengan para siswanya. Jika siswva merasakan kelembutan setiap kali berinteraksi dengan guru maka hal ini akan membuat pembelajaran menjadi lebih efektif.
Guru Yang Disiplin
Ketika seorang guru membuat kebijakan kedisiplinan, maka ingatlah tujuan awal yang diharapkan terhadap perubahan sikap siswa ke arah yang lebih positif. Disiplin tidak harus selalu identik dengan hukuman. Menurut Lou Anne Johnson metode hukuman mungkin dapat mengubah perilaku siswa sementara waktu, tetapi tidak mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas perbuatan mereka.
Guru Yang Responsif
Guru hendaknya cepat tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, baik pada anak didik, sosial budaya, ilmu pengetahuan maupun teknologi. Misalnya ketika muncul demam facebook, maka guru harus kreatif memanfaatkannya untuk mendukung pembelajaran.
Guru Yang Empatik
Guru yang empatik pastilah bisa memahami bahwa siswa yang beragam memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Dengan empatinya guru harus mampu membantu siswa yang mungkin kurang cepat dalam menerima pembelajaran.
Guru Yang Berteman Dengan Siswa
Kedekatan menguatkan ikatan. Jangan hanya jadikan siswa sebagai teman dinas, tapi jadikanlah siswa sebagai teman sejati kita. Hubungan yang nyaman antar guru dan siswa tentunya akan membuat anak lebih mudah menerima pembelajaran dan bersosialisasi dengan lingkungan di sekitarnya.
Guru Yang Penuh Semangat
Aneh rasanya ketika guru mengharapkan siswa belajar dengan aktif, tetapi guru terlihat loyo dan ogah-ogahan. Maka, sebelum memotivasi siswa hendaknya guru pun memancarkan semangat saat berinteraksi dengan siswa.
Guru Yang Komunikatif
Guru kreatif tentunya tidak sekadar menjalin komunikasi dengan siswa yang hanya ada kaitannya dengan profesi, menegur masalah kedisiplinan, kerapian, dan tugas-tugas. Sapalah siswa dengan bahan komunikasi yang ringan untuk bisa memecah kebekuan dan semakin mendekatkan hubungan guru dan siswa.
Guru Yang Pemaaf
Menghadapi siswa tidak selalu manis, terkadang kita sering bertemu dengan siswa yang bersikap menjengkelkan. Dalam situasi seperti ini, guru tidak boleh hanyut dalam emosi negatif, apalagi sampai memberikan klaim negatif terhadap siswa tertentu. Menurut Abdullah Munir klaim-klaim negatif akan menyebabkan hubungan antara guru dan murid menjadi tersekat, tidak netral, bahkan penuh pra kosepsi negatif. Untuk menghindari hal tersebut, guru harus menjadi sosok yang pemaaf.
Guru Yang Sanggup Menjadi Teladan
Tidak asing lagi bahwa guru sering diartikan sebagai seseorang yang digugu dan ditiru. Susah rasanya saat kita mengharapkan siswa bisa tepat waktu, tetapi guru tidak memberi contoh untuk tepat waktu. Guru merupakan orang kedua setelah orangtua yang bisa menjadi contoh dan panutan seorang anak. Tak peduli betapa luar biasanya rencana seorang guru, rencana itu tidak akan berjalan kalau guru tidak memberikan contohnya.
Maka seorang guru kreatif hendaknya fleksibel dalam menghadapi siswa yang beragam karakteristiknya, tetapi optimis mampu memfasilitasi keseragaman siswa agar sukses dalam pembelajaran.
Guru kreatif juga respect dan cekatan agar mampu membimbing siswa belajar dengan aktif, tetapi juga mampu menyisipkan humor-humor dan inspirasi dengan lembut. Dalam menegakkan disiplin guru kreatif pun cukup responsif, empatik, dan nge-friend dengan siswa, sehingga bisa menghindari penggunaan kekerasan dalam membimbing siswa untuk tertib, maka sikap penuh semangat, komunikatif, dan pemaaf seorang guru kreatif menjadikannya teladan bagi siswa.
Itulah tadi alasan mengapa guru harus kreatif dan apa saja ciri-ciri guru kreatif, semoga dengan membaca artikel ini dapat membantu pembaca mengetahui apa saja ciri-ciri guru kreatif, dengan mengetahui ciri-cirinya diharapkan pembaca dapat menjadi sosok guru yang kreatif nantinya.
Sumber: Creative Learning: Narwanti, Sri. Kiat Menjadi Guru Kreatif dan Favorit. 2020

Komentar
Posting Komentar