Langsung ke konten utama

Prinsip-Prinsip Pembelajaran yang Mengoptimalkan Otak Kanan

Kiat Guru Kreatif KEMBANGKAN OTAK KANAN! "Otak kreatif adalah otak kiri dan otak kanan yang bekerja sinergis" (Dilip Mukerjea) PEMBELAJARAN kita cenderung dominan menggunakan otak kiri, bahkan kekuatan otak kiri dibakukan dengan serangkaian tes IQ (Intelligence quotien). Seseorang yang memiliki skor IQ tinggi dianggap pintar, cerdas, dan jenius. Adapun yang skor tes IQ-nya rendah dianggap bodoh. Lalu bagaimana dengan otak kanan? Apakah pembelajaran menuntut otak kanan yang dominan? Jawabnya ya' dalam tanda kutip. Artinya, dituntut dominan otak kanan dengan tidak mengabaikan otak kiri. Tentu saja contoh konkritnya seperti kita berjalan, yaitu melangkah bergantian kiri dan kanan. Bobby de Potter dalam bukunya Quantum learning membongkar mitos seputar IQ. Banyak orang yang ternilai lQ tinggi pastilah sukses dalam hidup dan kariernya, padahal itu bukan jaminan. Coba kita lihat Bill Gates, pendiri Microsoft Corporation yang pernah menduduki singgasana orang terkaya di dunia, p...

Cara Menjadi Guru Kreatif dan Favorit

 Kiat Guru Kreatif

Cara Menjadi Guru Kreatif dan Favorit - Kiat Guru Kreatif

Cara Menjadi Guru Kreatif dan Favorit

1. BAHAGIA

Jadikanlah pekerjaan di tempat Anda menjadi sesuatu yang menyenangkan" (David Ogilvy)

Ketika mengajar adalah suatu pekerjaan yang menyenangkan maka Anda akan bahagia melakukannva. Untuk menjadi guru kreatif maka Anda memang mutlak harus bahagia, bahagia dengan apa yang Anda kerjakan. Orang-orang yang menikmati apa yang sedang mereka kerjakan, pasti akan melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Mereka pun akan terdorong memunculkan ide-ide kreatif agar pekerjaannya menjadi lebih baik, agar mengajar lebih baik dan mampu mengatasi masalah-masalah pembelajaran.


2. CINTAI PEKERJAAN

Cara menjadi guru kreatif dan favorit yang kedua adalah mencintai pekerjaan.  Cinta adalah landasan pertama untuk melakukan hal-hal terbaik untuk yang kita cintai. Berapa pun gaji dan tunjangan kita bukan ukuran untuk menentukan kinerja kita. Akan tetapi, cinta yang menjadi dasar. Ketika kita mencintai pekerjaan, mencintai murid-murid maka semua akan menjadi indah dan mudah. Dengan cinta, ide-ide terbaik untuk apa yang Anda cintai akan lebih mudah tercurah.

Abdullah Munir pun menyampaikan, "guru yang baik adalah guru yang melandaskan interaksinya dengan siswa di atas nilai-nilai cinta. Cinta dimaksud yang adalah kasih sayang sikap cinta, kasih, dan sayang, tecermin melalui kelembutan, kesabaran, penerimaan, kedekatan, serta sikap positif lainnya.

BACA JUGA: Keterampilan Mengajar yang Harus dikuasai Guru Kreatif


3. PENTINGNYA KESAN PERTAMA

Saat pertama mengajar dikelas cara menjadi guru kreatif dan favorit adalah dengan kesan pertama. Pernah dengar suatu slogan iklan yang berbunyi "kesan pertama begitu selanjutnya terserah Anda". Kata-kata tersebut sangat menggoda mengena saat seseorang akan membina sebuah hubungan, tentunya bukan hanya sebatas hubungan percintaan, kesan pertama sangat diperlukan dalam upaya membina hubungan apa pun. Tak terkecuali hubungan antara guru dan murid. Kesan pertama yang ditunjukkan guru akan memberi persepsi awal tentang siswa. Ada beberapa trik yang pernah penulis terapkan di kelas untuk memberi kesan pertama yang positif, yaitu:

  1. Mulai dengan senyuman
  2. Fokus pada siswa Anda, bukan pada diri Anda. Untuk membantu siswa sukses dalam pembelajaran tentunya guru harus memahami karakterstik dan kesulitan yang dihadapi siswa. Fokus kepada siswa membuat guru memahami apa yang dibutuhkan oleh siswa, misalnya saja dalam penggunaan metode dan media pembelajaran, kita tidak bisa mengharapkan hasil yang sama kepada seluruh siswa, mungkin ada yang berhasil, tetapi juga tetap ada kemungkinan ada yang kurang berhasil. Maka dengan fokus kepada siswa membuat guru tahu apa yang paling sesuai untuk siswanya, baik dalam menggunakan media, metode atau ice breaker. Hal ini penting dilakukan oleh guru saat pertama berhadapan dengan siswa, karena dapat menumbuhkan kesan kepada siswa bahwa guru mereka memahami kebutuhan siswa.
  3. Lakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan yang membuat siswa merasa nyaman. Ini bukan berarti guru harus menuruti keinginan siswa, tetapi guru mampu membuat skenario pembelajaran yang pas, kapan guru harus memberikan tes, penjelasan, atau permainan. Dengan skenario yang tepat maka setiap kegiatan dalam pembelajaran akan lebih menyenangkan.
  4. Lakukan kegiatan untuk bisa mengenal seluruh siswa. Jangan hanya mengharapkan siswa hafal nama gurunya, tetapi guru tidak berusaha mengenal siswa. Saat siswa diketahui namanya olen guru mereka, tentu siswa akan merasa berarti. Dulu saat guru mengenal nama saya, saya merasa guru tersebut memerhatikan saya dan peduli terhadap saya. Maka tidaklah ada salahnya kalau kita juga mengenal nama siswa-siswa kita. Mengajar akan ie efektif jika kita mengenal para siswa.
  5. Pilihlah kata-kata yang tepat untuk menyampaikan berbagai  peraturan, jangan sampai memberi kesan pertemuan pertama sudah penuh larangan. 
  6. Buat komitmen tentang pembelajaran yang mengakomodir pendapat siswa. 
  7. Cari tahu apa yang diinginkan siswa terhadap guru yang mengajar.
  8. Tunjukkan rasa terima kasih, dan bukan menunjukkan bahwa guru adalah pemegang kekuasaan tunggal.


4. SELESAIKAN ADMINISTRASI GURU

Sebelum tahun pelajaran baru dimulai tentunya guru sudah harus mempersiapkan segala macam administrasi pembelajaran. Jangan menunda untuk menyelesaikan administrasi guru, setelah mendapatkan kalender akademik segera susun administrasi.

Jangan menunggu sampai mulai pembelajaran untuk menyusun administrasi guru, sebab saat sudah mulai mengajar, tentu akan disibukkan oleh berbagai kegiatan pembelajaran maupun tugas tambahan sebagai guru. Jadi, kuncinya segera selesaikan administrasi guru secepat mungkin setelah terbit kalender akademik. Kita juga dapat menggunakan administrasi tahun sebelumnya, tapi tentunya dengan berbagi penyesuaian dan perubahan yang menunjukkan peningkatan.


5. MENGAJAR SEKALIGUS BELAJAR

Ketika mengajar tentunya harus menguasai terlebih dahulu materi yang akan diajarkan. Terkadang walaupun bidang kompetensi kita sesuai dengan apa yang kita ajarkan sering kali muncul informasi-informasi baru. Seorang guru harus terus belajar untuk bisa mengembangkan kompetensinya. Belajar dengan mengajar akan lebih efektif jika dibandingkan dengan belajar hanya untuk ujian. Hasil pembelajaran kita akan langsung terlihat ketika siswa yang kita ajar menjadi paham nateri yang Kita ajarkan. Tentu sebuah hal yang sangat menyakitkan ketika guru ditanya seorang siswa kemudian guru tersebut tidak mampu menjawab dan menjelaskan materi dengan gamblang. Hal seperti ini juga dapat menurunkan kredibilitas seorang guru. Maka tidak ada salahnya, ketika masih mengajar maka harus bagi kita untuk terus belajar.

BACA JUGA: Macam-Macam Metode Pembelajaran


6. FORMATIF DAN KOMUNIKATIF

Guru sering kali hanya berpaku pada buku teks saat memberikan materi. Memang tidak ada salahnya, sebab biasanya dalam memberikan buku teks materi sudah tersaji secara runtut sesuai kurikulum. Akan tetapi, akan lebih baik jika saat mengajar guru juga menambahkan berbagai informasi yang aktual. Tentunya aktivitas ini akan membantu guru menerapkan pembelajaran kontekstual. Segala sesuatu yang diajarkan sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan tentunya akan lebih bermakna bagi siswa. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengetahui berbagai informasi yang aktual yang terjadi di sekitarnya. Guru dapat memanfaatkan berbagai media massa maupun internet untuk menambah wawasan dan pengetahuannya, sekaligus dapat menjadikan media massa dan internet sebagai sumber belajar.


7. EMOSI YANG TERJAGA

Cara menjadi guru yang kreatif dan favorit yang ketujuh adalah menjaga emosi. Guru mestinya memiliki kemampuan mengelola emosi secara lebih baik dan canggih. Guru harus tetap profesional bagaimanapun masalah-masalah pribadi mengimpitnya. Jangan sampai persoalan internal yang dihadapi guru dibawa sampai kelas. Harus ada pemisahan yang jelas, masalah pribadi dan masalah pekerjaan. Bila guru tak mampu mengelola emosinya dengan baik maka guru akan mudah bersikap kasar dan mengeluarkan kata-kata ketus bila bertemu dengan siswa yang agak "rewel".


8. HARGAI EMOSI SISWA

Ketika guru telah mampu mengendalikan emosi pribadinya, tantangan berikutnya adalah menghargai emosi siswa. Terkadang proses pembelajaran yang kita lakukan tidak 100% berjalan dengan lancar, sering kita menemukan siswa yang tidak fokus, emosional, ribut, dan lain sebagainya. Kondisi seperti ini harusnya membuat guru mencari tahu latar belakang dan penyebab masalah. Bukan langsung menghukum dan menghakimi siswa. Siswa kita juga manusia yang terkadang mengalami gejolak-gejolak emosi. Akan tetapi, guru juga bisa berperan untuk memengaruhi emosi siswa agar berubah menjadl emosi yang positif. Menurut Hernowo ada tiga cara utama untuk memengaruhi emosi siswa:

  1. Dengan kegiatan-kegiatan pelepas stress.
  2. Dengan aktivitas-aktivitas yang menambah kekompakan.
  3. Dengan menyediakan forum bagi emosi untuk dikenali dan diungkapkan.

BACA JUGA: Kreatif dalam Menggunakan Media dan Ice Breaker selama Pembelajaran


9. KEMBANGKAN OTAK KANAN

Roger Sperry adalah peraih hadiah nobel dalam bidang kedokteran yang telah menunjukkan kepada kita bahwa otak memiliki dua belahan, yaitu kiri dan kanan. Menurut Sperry kedua belahan tersebut bekerja secara berbeda. Otak kiri berpikir secara rasional, dan belahan otak kanan berpikir secara emosional. Cara Menjadi Guru Kreatif dan Favorit

Mengapa guru kreatif perlu mengembangkan otak kanan? Sebab menurut lppho Santosa pendidikan di sekolah dasar sampai perguruan tinggi selalu dan terlalu banyak mengembangkan otak kiri. Padahal pengembangan otak kanan dan otak kiri sama pentingnya. Otak kanan dengan sifat dan fungsinya mendorong seseorang menjadi lebih kreatif. Untuk lebih jelasnya pembelajaran berbasis otak kanan akan dibahas pada bab (jurus) tersendiri.


10. OPTIMALKAN KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCES)

Cara menjadi guru kreatif dan favorit yang terakhir adalah mengoptimalkan kecerdasan majemuk. Setiap anak adalah pribadi yang istimewa, ia memiliki karakteristik dan keunikan yang berbeda. Tidak pas rasanya jika kita mengharapkan setiap anak menjadi sama. Bayangkan bila kita mengharapkan pintar menghitung, kemudian semua menjadi dokter, apa yang Anda bayangkan kemudian. Kita memang membutuhkan peran seorang dokter. Akan tetapi, kita juga membutuhkan banyak peran profesi-profesi yang lain.

Kalau dunia nyata saja memerlukan berbagai profesi yang berbeda maka sebagai guru yang kreatif kita harus menghargai potensi-potensi yang berbeda dari siswa kita, sehingga kelak bisa menjadi profesi-profesi yang berbeda dan bermanfaat. Di sinilah kepekaan guru terhadap beragam kecerdasan anak diperlukan. Tentu saja bukan sekadar peka, tetapi guru harus mampu menghargai dan membimbing setiap siswa untuk mengembangkan kecerdasannya tersebut.


Itulah tadi cara menjadi guru yang kreatif dan favorit, semoga artikel ini bisa membantu teman-teman pembaca :)


Sumber: Creative Learning: Narwanti, Sri. Kiat Menjadi Guru Kreatif dan Favorit. 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip-Prinsip Pembelajaran yang Mengoptimalkan Otak Kanan

Kiat Guru Kreatif KEMBANGKAN OTAK KANAN! "Otak kreatif adalah otak kiri dan otak kanan yang bekerja sinergis" (Dilip Mukerjea) PEMBELAJARAN kita cenderung dominan menggunakan otak kiri, bahkan kekuatan otak kiri dibakukan dengan serangkaian tes IQ (Intelligence quotien). Seseorang yang memiliki skor IQ tinggi dianggap pintar, cerdas, dan jenius. Adapun yang skor tes IQ-nya rendah dianggap bodoh. Lalu bagaimana dengan otak kanan? Apakah pembelajaran menuntut otak kanan yang dominan? Jawabnya ya' dalam tanda kutip. Artinya, dituntut dominan otak kanan dengan tidak mengabaikan otak kiri. Tentu saja contoh konkritnya seperti kita berjalan, yaitu melangkah bergantian kiri dan kanan. Bobby de Potter dalam bukunya Quantum learning membongkar mitos seputar IQ. Banyak orang yang ternilai lQ tinggi pastilah sukses dalam hidup dan kariernya, padahal itu bukan jaminan. Coba kita lihat Bill Gates, pendiri Microsoft Corporation yang pernah menduduki singgasana orang terkaya di dunia, p...

Kreatif dalam Menggunakan Media dan Ice Breaker selama Pembelajaran

Kiat Guru Kreatif Cara Menjadi Kreatif Dalam Menggunakan Media Pembelajaran Istilah media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media dalam pembelajaran didefinisikan oleh berbagai pakar dan organisasi sebagai berikut. Association of Education communication Technology (AECT) media adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. National Education Asociation (NEA) memberikan batasan bahwa media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun Audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya. Briggs berpendapat bahwa media merupakan alat memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar Gagne berpendapat bahwa berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Dari berbagai pendapat di atas Rudi Susilana dan Cepi Riyana menyimpulkan bahwa media embelajaran merupakan wadah dari pesan, materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembel...

Macam-Macam Metode Pembelajaran

Kiat Guru Kreatif Macam-Macam Metode Pembelajaran  Guru yang kreatif hendaknya tidak hanya terpaku dengan ceramah saat menyampaikan pembelajaran, tetapi juga mampu mengaplikasikan metode pembelajaran aktif, kooperatif, dan lain-lain. Untuk memberikan pengalaman yang berbeda, guru harus membuat aktivitas dalam belajar menjadi bervariasi, sehingga metode pembelajaran yang digunakan harus bervariasi. Misal, dalam proses pembelajaran, apabila guru akan menerapkan metode ceramah, maka ceramah harus divariasikan dengan metode pembelajaran yang lain (Sumiati dan Asra, 2008: 98). Dapat pula ceramah hanya sebagai pengantar saja kemudian menerapkan metode lainnya. Metode pembelajaran sangat beraneka ragam. Metode pembelajaran yang dipilih sepatutnya disesuaikan dengan bentuk dan hasil belajar yang diharapkan diperoleh siswa. Secara umum, penerapan metode pembelajaran meliputi empat kegiatan utama, yaitu kegiatan awal yang bersifat orientasi, kegiatan inti dalam proses pembelajaran, penguatan...